Oleh: Ahmad Zainuddin
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Bapak/Ibu Guru Hebat di Kutai Kartanegara. Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga selalu sehat, ya.
Hari Guru Nasional 2025 ini rasanya pas banget kita jadikan momen ngopi santai, merenung sejenak, dan saling menguatkan.
Saya tahu, jadi guru di Kutai Kartanegara itu tantangannya luar biasa mulai dari harus menyeberang sungai, menembus hutan, sampai harus muter otak agar anak-anak di kelas tetap semangat meski fasilitasnya terbatas.
Tapi ingat, teman-teman semua, profesi kita ini bukan cuma soal gaji atau tunjangan. Kita ini penerus warisan Nabi kita, Muhammad SAW. Beliau sendiri dengan bangga bersabda:
وَإِنَّمَا بُعِثْتُ مُعَلِّمًا
”Sesungguhnya aku ini diutus (oleh Allah) hanyalah sebagai guru.” (HR. Ibnu Majah)
Masya Allah. Jadi, kalau kita merasa lelah, ingatlah, kita sedang mengikuti jejak manusia termulia. Bapak /Ibu Guru itu Superstar dunia akhirat, karena ilmu dan pahalanya mengalir terus.
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah menetapkan dua prioritas di tahun 2025, yaitu peningkatan infrastruktur dan pengembangan SDM guru.
Kita harus melihat kebijakan ini bukan hanya sebagai program kerja, tetapi sebagai bentuk tanggung jawab pemimpin untuk memuliakan orang-orang yang berilmu.
Allah SWT berfirman:
”Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah: 11)
Maka, kebijakan yang berpihak pada guru dan sarana ilmu adalah upaya kolektif untuk menjemput derajat yang dijanjikan Allah.
1. Peningkatan SDM Guru (Penguatan Ruhiyah dan Kompetensi): Program pelatihan dan Bimbingan Teknis (BIMTEK) yang dicanangkan harus menjadi wadah untuk menanamkan adab sebelum ilmu. Sebagaimana nasihat Ulama besar Imam Malik bin Anas yang masyhur: “Aku belajar adab (etika) selama 20 tahun, dan aku belajar ilmu selama 2 tahun.”
Guru Kukar harus menjadi teladan adab, yang mengajarkan murid tidak hanya tentang rumus dan teori, tetapi tentang kejujuran, akhlak mulia, dan ketakwaan. Inilah esensi dari visi Roadmap Inovasi Pendidikan 2025 Kukar yang menargetkan SDM unggul dan berakhlak mulia.
2. Peningkatan Infrastruktur (Menyediakan Wadah Terbaik bagi Cahaya Ilmu): Pembangunan dan rehabilitasi sekolah, penambahan ruang kelas, dan penyediaan teknologi digital adalah bentuk dukungan material agar proses transfer ilmu berjalan optimal. Namun, jika ada keterbatasan anggaran yang membuat perbaikan tidak merata, kita harus menghadapinya dengan kesabaran, mengingat sabda Nabi SAW.: “Barangsiapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)
Maka, walau di tengah keterbatasan sarana di pelosok Kukar, niatkan setiap langkah dan pengorbanan kita sebagai jalan yang dimudahkan menuju surga.
Pesan Pribadi : Jangan Pernah Lelah Berbagi Kebaikan
Kepada Bapak/Ibu guru yang masih berstatus honorer atau P3K, yang gajinya mungkin belum sebanding dengan pengorbanan, tolong jangan berkecil hati.
Pengorbanan Bapak /Ibu itu luar biasa.
Satu huruf yang Bapak/Ibu ajarkan, itu bisa jadi bekal yang sangat Berharga baik di Dunia maupun di Akhirat.
Imam Al-Ghazali pernah berpesan, “Guru adalah orang yang berjalan bersama matahari, menerangi jalan-jalan kegelapan di sepanjang masa.”
Jadi, teruslah berjalan bersama cahaya itu, teman-teman. Teruslah berjuang untuk meniadakan lagi anak Kukar yang putus sekolah, teruslah sabar mendidik generasi kita agar menjadi anak yang berilmu dan berbakti (shaleh/ah).
Selamat Hari Guru Nasional 2025. Bapak & Ibu Guru adalah tiang peradaban Kutai Kartanegara dan Bangsa.
Kami bangga pada Bapak & Ibu Guru semua
Salam Hangat dari Sahabat Guru Anda,
Bpk. Ahmad Zainuddin, S.Pd., M.Pd.
Tokoh Pendidikan Kutai Kartanegara
